Pemanfaatan Teknologi Daring Dalam Mencegah Menyebarnya Virus Corona

Pemanfaatan Teknologi Daring Dalam Mencegah Menyebarnya Virus Corona

Bahkan permukaannya dilengkapi dengan wadah untuk membantu mensterilkan ujung alat sehingga akan senantiasa bersih. Persebaran virus Corona yang massif di berbagai negara, memaksa kita untuk melihat kenyataan bahwa dunia sedang berubah. Kita bisa melihat bagaimana perubahan-perubahan di bidang teknologi, ekonomi, politik hingga pendidikan di tengah krisis akibat Covid-19. Perubahan itu mengharuskan Slot 2021 kita untuk bersiap diri, merespon dengan sikap dan tindakan sekaligus selalu belajar hal-hal baru. Indonesia tidak sendiri dalam mencari solusi bagi peserta didik agar tetap belajar dan terpenuhi hak pendidikannya. Sampai 1 April 2020, UNESCO mencatat setidaknya 1,5 milyar anak usia sekolah yang terdamapk Covid 19 di 188 negara termasuk 60 jutaan diantaranya ada di negara kita.

Alat yang berguna pada saat pandemi

Kebijakan tersebut meningkatkan resiko sektor industri menghadapi gangguan signifikan dari sisi rantai pasok, tenaga kerja, kesinambungan bisnis hingga arus kas usaha mereka. Dalam menjalankan perusahaan profit memang menjadi tujuan utama, namun, John Eklington mengemukan konsep ‘The Triple Bottom Line’, setiap perusahaan harus menjalankan prinsip 3P (Profit, People, & Planet) untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya. Bukan hanya mementingkan keuntungan tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat dan aktif serta melestarikan lingkungan.

Di antara aturan itu antara lain, wajib memakai masker, harus menjaga jarak dengan teman-temannya, dan membawa bekal sendiri untuk menghindari kerumunan di kantin. Jakarta – Layanan aplikasi digital semakin banyak digunakan masyarakat di masa pembatasan sosial akibat pandemi COVID-19 ini. Selain lebih mudah karena cukup lewat smartphone dan dari rumah aja, layanan digital juga jadi pilihan untuk terhindar dari virus karena meminimalisir kontak fisik. Di media sosial lain seperti Twitter dan Instagram, konten edukasi berbentuk video juga banyak beredar. Salah satu kreator konten yang karyanya sering viral adalah Edward Suhadi. Produser video dan pemilik rumah produksi Ceritera ini sudah memproduksi sembilan video edukasi Covid-19 sejak awal Maret lalu.

Tidak harus mendaki gunung atau pergi ke pantai saat pandemi sekarang. Cukup dengan berjalan-jalan di sekitar rumah saat pagi dan sore hari, menikmati senja, dan berjemur. Lintasarta turut membantu perusahaan dalam menjalankan bisnis di tengah pandemi dan menghadapi New Normal di Indonesia. Dalam menanggapi tren teknologi pasca-pandemi Covid-19, Lintasarta dapat membantu Anda mengembangkan bisnis melalui teknologi Cloud,safety, sensible citydan solusi teknologi lainnya. Silakanhubungi kami di sinijika tertarik untuk mengetahui solusi Lintasarta untuk lebih detail.

Belakangan, Watiek menerima permintaan dari pembaca bukunya supaya semua seri buku itu dicetak. “Karena ada orang tua yang ingin membatasi penggunaan gadget elektronik pada anak-anaknya.” Watiek pun akhirnya menerbitkan seri buku ini secara independen dengan sistem pre-order. “Nanti semua seri buku tentang corona itu disatukan dalam satu buku,” ia menambahkan. Buku digital itu dibagikan cuma-cuma melalui media sosial dan menyebar cepat, termasuk di grup-grup WhatsApp.

Comments are closed.