Dampak Negatif Dan Positif Pembelajaran Jarak Jauh Selama Pandemi Covid

Dampak Negatif Dan Positif Pembelajaran Jarak Jauh Selama Pandemi Covid

“Dampaknya anak harus mempunyai sistem belajar sendiri dan dampaknya 37 persen anak tidak bisa mengatur waktu belajar, lalu 30 persen anak kesulitan memahami pelajaran, bahkan 21 persen anak tidak memahami instruksi guru,” jelas Fidiansyah. “Jika kita tidak bertindak dari sekarang untuk menanggulangi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi, krisis kesehatan bisa menjadi krisis yang lebih luas. Selain itu, hak perlindungan anak selama masa pandemi Covid-19 pun menjadi terdampak. Menurut Prof. Meita Dhamayanti, hal ini terjadi karena pembatasan sosial dapat berefek pada situasi ekonomi yang memburuk dengan tingginya tingkat pengangguran.

Berkurangnya pendapatan orang tua, misalnya karena PHK, otomatis membuat status keluarga secara ekonomi merosot. Bisa ditebak, kemiskinan lalu menyeret dan mengajak serta kondisi-kondisi buruk lainnya. Atau bersiap dari kondisi yang sebelumnya terkategori aman, menuju kondisi terkini tanpa garansi untuk esok-esok hari. Seperti dalam laporan Unicef Indonesia berjudul Covid-19 Dan Anak-Anak Di Indonesia, yang dirilis pada 11 Slot Online Terbaik Mei lalu. Anak-anak terancam mengalami hal-hal tidak menyenangkan sebagai imbas kondisi di luar dan juga kondisi keluarga yang tidak menguntungkan. Dampaknya berpotensi naik berkali-kali lipat tergantung dari faktor yang melekat pada diri mereka.

Dampak covid bagi anak-anak

“Hampir semua sekolah di Indonesia tutup, hampir seluruh 60 juta tidak sekolah. Saat ini sudah mencapai stage emergency, dari beberapa survei maupun monitor banyak siswa tidak bisa melakukan pembelajaran jarak jauh, akses internet, listrik terbatas,” jelasnya. Hilangnya kesempatan untuk bersosialisasi dengan orang lain membuat anak-anak kehilangan momen untuk mengembangkan kepribadian dan karakternya. Jangan heran jika banyak anak-anak menjadi lebih sibuk dengan gadget dan tampak kesulitan untuk berbicara dan berinteraksi dengan orang baru.

Selama pandemi COVID-19 sebanyak 83,9% pelayanan Kesehatan dasar tidak bisa berjalan dengan optimum terutama Posyandu . Hal ini memberikan dampak sangat besar pada pelayanan Kesehatan masyarakat, khususnya pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dalam hal ini, orangtua perlu menyediakan keperluan untuk proses pembelajaran di rumah. Selain itu, sekolah dari rumah juga menyebabkan anak harus beradaptasi dengan media belajar baru yang serba on-line.

Terkait vaksin Covid-19, Prof. Meita Dhamayanti mengatakan bahwa setiap individu akan mendapatkan vaksin tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Vaksin juga akan diberikan pada anak-anak yang mempunyai hak untuk mendapat perlindungan. “Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi apabila anak-anak ini tidak mempunyai kekebalan terhadap PD3I, maka wabah lain selain Covid-19 akan segera menyusul. Untuk itu kita perlu tetap melakukan kegiatan program imunisasi untuk anak-anak dalam masa pandemi Covid-19, jika tidak, maka anak-anak bisa menjadi disaster behind this pandemic,” ujar Prof. Meita Dhamayanti.

Comments are closed.