Bitcoin, Antara Halal Dan Haram

Bitcoin, Antara Halal Dan Haram

Namun hukum Bitcoin sebagai investasi menjadi haram karena nyatanya Bitcoin diperlakukan sebagai alat spekulasi, bukan untuk investasi, atau dengan kata lain, bukan untuk bisnis yang menghasilkan. Mubah jika digunakan sebagai alat tukar bagi dua pihak yang saling menerima. Sementara hukum haram diberlakukan jika Bitcoin digunakan sebagai investasi. Sedangkan, ketika dia sudah menjadi modal yang dipisahkan untuk kegiatan yang syariah maka dia dalam konteks perbankan syariah, yaitu unit usaha syariah, maka itu menjadi modal yang halal,” ujar dia. Ustaz Maksum menjelaskan, perbankan syariah yang ada saat ini umumnya didirikan oleh induk perbankan konvensional. Ia menerangkan, ketika induk financial institution tersebut sudah memisahkan modal untuk membuka usaha yang syariah maka modal itu adalah modal yang halal.

Apakah Crypto halal?

Contoh harta maushuf fi al-dzimmah dan riil serta diterima oleh adat, adalah mata uang kertas. Meski kita tidak mengetahui emas sebagai aset yang dijadikan jaminan, namun karena negara yang menjadi penjamin adalah pihak yang terpercaya, maka uang kertas ini menjadi berlaku. Syaratnya adalah satu, yaitu pihak penerbitnya merupakan entitas terpercaya dan selaku pihak yang menyediakan dan menyimpan aset jaminan.

Sebab, teknologi ini memudahkan financial institution untuk bisa melacak kapan, ke mana, dari mana, dan berapa, uang yang berpindah dari satu bank ke financial institution lain. Satgas Waspada Investasi OJK mengatakan banyak pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan popularitas Bitcoin. Modusnya, orang menawarkan investasi dengan imbal hasil tinggi tanpa resiko untuk mengelabui orang lain. Meskipun peraturan ini memberikan legalitas yang stable buat perdagangan cryptocurrency di Indonesia, tetapi peraturan tersebut juga membuat sejumlah ketentuan yang bisa menimbulkan risiko bagi nasabah.

Namun perlu dipahami bahwa sudut pandang Islam dalam menentukan Halal Haram itu sangatlah luas. Bisa jadi sesuatu yang pada dasarnya halal, namun karena proses dan cara melakukannya tidak benar, maka bisa saja menjadi Haram. Teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk perjanjian berbasis kontrak lainnya, dan bekerja sedemikian rupa sehingga tidak ada satu entitas pun yang mengatur transaksi–karena setiap orang mengatur setiap transaksi. Cakupan besarnya, Blockchain akan dapat dilihat secara umum layaknya buku kas induk di financial institution yang mencatat semua transaksi nasabah. Karena bisa dilihat secara umum, kemungkinan terjadinya penipuan bisa diminimalkan.

Meski bukan dari Pemerintah, keberadaannya sudah tervalidasi oleh banyak pihak, memiliki pengaruh cukup kuat dan terlindungi. Cara investasi Bitcoin semakin menarik perhatian karena Cryptocurrency pada 18 Februari 2021 mampu menembus harga tertinggi di Rp 741 juta. Menurut Oscar, Bitcoin tidak dapat disamakan dengan mata uang umumnya. Alhasil, Bitcoin bisa digunakan sebagai investasi dan menyimpan kekayaan jangka panjang. Harga Bitcoin yang fluktuatif dan sulit untuk dianalisa pergerakannya, tentunya tidak masuk akal apabila ada yang mematok imbal hasil dari investasi Bitcoin itu.

In the course of Bitcoin itself experienced various polemics in its use on the earth even in Indonesia itself, because in its own existence Bitcoin has not yet recognized its existence and there is no clear regulation. Even in Islam, the scholars round Bitcoin are still debating whether or not Bitcoin is claimed to be halal or haram if it is reviewed within the Koran, hadith, ijma and other Islamic sources. Namun secara pribadi dia menyebut bahwa hukum dari penggunaan mata uang kripto bergantung pada penggunaannya. Kalau digunakan untuk menghasilkan yang halal maka produknya bisa tetap halal,” paparnya. Penggunaan Bitcoin dan mata uang kripto alias cryptocurrency masih mengundang pro dan kontra, termasuk diantara umat Islam.

Bagaimana kabar market Forex tahun ini, utamanya adalah kondisi USD? Stimulus dari Biden, sentimen terkait Covid-19 hingga pergantian suasana politik di Amerika patut diperhatikan untuk memprediksi pergerakan pasar. “Saran saya jika ingin membeli crypto pilihlah yang market capnya besar, seperti Bitcoin dan Ethereum karena harganya tidak terlalu volatil.

Sebab menurutnya ketika bitcoin statusnya sebagai mata uang maka mempunyai ketentuan-ketentuan khusus terkait dengan uang dan investasi dengan uang. Sebaliknya bila standing bitcoin sebagai komoditas maka mempunyai ketentuan terkait dengan bagaimana jual beli komoditas. Menurut ustaz Maksum ketidakjelasan itu yang mengakibatkan status bitcoin menjadi tidak jelas. “Teknologi ‘kripto’ ini sebetulnya adalah bebas nilai. Kalau digunakan untuk melahirkan produk yang haram atau jasa yang haram, maka produknya haram. Kalau digunakan untuk menghasilkan yang halal maka produknya bisa tetap halal,” jelasnya.

Comments are closed.