Pentingnya Pers Ditengah Pandemi Covid

Pentingnya Pers Ditengah Pandemi Covid

Hal ini merupakan realita pada masa covid-19; dulu segala sesuatu memakan waktu lebih lama untuk diimplementasikan terlebih dari sisi digital, sekarang terjadi dan bekerja. Dalam jangka panjang, masyarakat bisa mengalami keresahan dan kekacauan sosial. Bahkan kondisi paling buruknya, negara bisa mengalami kejatuhan di bidang penegakan hukum dan ketertiban. Dari pertimbangan-pertimbangan di atas, maka membuka ruang fleksibilitas bagi aktivitas sektor pertanian di masa restriksi sosial ini, tanpa mengesampingkan aspek kesehatan publik, menjadi hal yang masuk akal.

Hal ini dilakukan untuk menambah daya tahan dari dunia usaha dalam menghadapi Covid-19. Permintaan agregat yang menurun dari masyarakat, karena adanya ketidakpastian mengenai kondisi yang akan datang menyebabkan masyarakat melakukan langkah aman dengan mengurangi permintaan akan barang di lini sekunder dan tersier. Konsumsi yang tetap dilakukan oleh masyarakat adalah pada primary need, seperti pada produk bahan makanan, sedangkan permintaan pada produk sekunder dan tersier mengalami kelesuan.

Proyeksi ini diambil berdasarkan dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi makro domestik yang menjadi sangat berat. Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada dalam rumah. Pembelajaran Kong4D teknologi informasi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang berlangsung sebagai kejutan dari pandemi Covid-19, membuat kaget hampir di semua lini, dari kabupaten/kota, provinsi, pusat bahkan dunia internasional. Persebaran virus Corona yang massif di berbagai negara, memaksa kita untuk melihat kenyataan bahwa dunia sedang berubah.

Indonesia sudah mengalami krisis saat pandemi ini

Namun, kini dengan adanya Covid-19 di hampir seluruh negara membuat siapa pun tidak dapat menghindar dari dampaknya. Bahkan dampak pandemi terhadap UMKM diyakini lebih besar karena tingginya tingkat kerentanan dan minimnya ketahanan akibat keterbatasan likuiditas, provider, dan opsi dalam merombak model bisnis. Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang digelontorkan juga membantu pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah perlambatan ekonomi dan ancaman resesi akibat covid-19 sehingga masyarakat bangkit dari pandemi covid-19. Hal ini memerlukan sinergitas dan kesiapan antar kementerian/ lembaga atau institusi dalam menyalurkan dana PEN 2021 agar perekonomian Indonesia bisa segera balik lagi seperti sebelum pandemi.

Pemerintah tidak harus sendiri, upaya menggandeng banyak pihak penyedia portal daring sangat tepat dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun leading sektor urusan kebijakkan pembelajaran daring harus dikendalikan dibawah kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sandiaga juga mengingatkan agar UMKM yang bergerak dari hulu ke hilir dapat menyusun perencanaan. Salah satunya dengan aktif mengikuti pelatihan yang bisa dilaksanakan untuk memperkuat usaha. Maka itu, para tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, apoteker hingga karyawan pusat kesehatan berada di garda terdepan untuk menjamin kesehatan masyarakat. Tak hanya itu, Anda juga perlu mencari celah yang tepat untuk mempertahankan bisnis di tengah kondisi krisis.

Comments are closed.