Bahaya Kecanduan Sosial Media Dan Cara Mengatasinya

Bahaya Kecanduan Sosial Media Dan Cara Mengatasinya

Menurut penelitian, anak-anak yang kecanduan konten pornografi dapa megalami kerusakan patal dalam otaknya. Ini dapat dilakukan oleh orang tua misalnya ketika anak menyimpan jadwal waktu untuk menggunakan perangkat media digital atau menghindari mengakses konten yang tidak sesuai usia. Selain mengendalikan aktivitas anak-anak dalam menggunakan perangkat digital, orang tua dapat memberikan ruang untuk belajar bersama dengan anak-anak dalam melakukan banyak hal baru di dunia maya.

Sejak menentukan pokok proyek, bercakap-cakap, perjalanan ke luar sekolah, dan membuat karya untuk pameran, semuanya adalah kesibukan berantai yang akan menyita perhatian anak dengan menyenangkan . The American Academy of Pediatrics menganjurkan agar anak menggunakan alat-alat elektronik tidak lebih dari dua jam sehari. Hal ini didasari atas fenomena peningkatan kasus kecanduan sport dari berbagai belahan dunia. Konten kekerasan yang banyak disuguhkan video game dapat menyebabkan anak-anak menjadi tidak sabaran dan berperilaku agresif dalam kehidupan sehari-harinya. Asosial adalah disfungsi kepribadian yang ditandai dengan menarik diri dan menghindar secara sukarela terhadap interaksi sosial apapun.

Nilai positif lain adalah gadget memberi kesempatan anak untuk leluasa mencari informasi. Apalagi anak-anak sekolah sekarang dituntut untuk mengerjakan tugas melalui internet. Konten di media yang bisa diakses anak, dapat menimbulkan sifat agresif pada anak. Kekerasan fisik dan seksual banyak tersebar di web, dan jika tidak dilakukan pengawasan, anak bisa terpapar itu semua. Sehingga memicu timbulnya perilaku agresif dan cenderung menyerang orang lain pada anak.

Untuk menghindari salah paham, jelaskan terlebih dahulu bahwa cara ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab orangtua dan perlindungan pada anak. Selain itu, orangtua juga bisa memberi pengertian bahwa dalam beberapa waktu, misal, saat bekerja atau dalam keadaan darurat, Mama dan Papa memang harus menggunakan gadget jadi tidak ada salah paham. Untuk itu, sebaiknya orangtua mengetahui panduan screentime berdasarkan usia. “Karena anak yang aktivitas fisiknya bagus, dan tidurnya bagus, dia enggak akan tertarik juga sama gadget,” ungkapnya. KOMPAS.com – Anak yang lahir di era digitalisasi akan dimanjakan dengan kemajuan teknologi.

Ketika anak kecanduan gadget, mereka akan mulai mengembangkan keterampilan komunikasi dasar. Itu karena gadget menarik mereka dari kenyataan dan membawanya ke dunia digital. Anda akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat anak terlepas dan tidak lagi bergantung pada alat elektronik tersebut. Meskipun demikian, Smart Parents harus sabar dan tegas dalam menerapkan peraturan-peraturan yang telah disepakati, seperti berapa lama anak boleh bermain gadget. Jika peraturan itu terus dilakukan, anak pun akan mulai terbiasa hidup tanpa gadget. Sehubungan itu, salah satu tips untuk meminimalisir potensi anak kecanduan gadget dirangkum oleh Bright Side.

Cara agar anak tidak ketagihan alat elektronik

Tetapkan space atau ruangan tertentu yang akan jadi zona bebas gadget. Di ruangan tersebut, buat kesepakatan bersama keluarga untuk tidak menggunakan gadget sama sekali. Kemudian anak yang berusia 3-5 tahun diperlukan setidaknya 3 jam aktivitas fisik dalam sehari. Tapi, ada minimal 1 jam anak melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat, sehingga banyak berkeringat. Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial dr. Catharine Mayung Sambo, Sp.A menjelaskan, sebaiknya anak diperkenalkan gadget pada usia dua tahun keatas.

Pada kategori penggunaan gadget oleh anak-anak, sebagian besar tujuannya adalah untuk bermain game berbasis on-line dan offline. Pasalnya, bermain recreation di gadget ini dirasa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Kemajuan teknologi sulit untuk kita cegah namun para orang tua dapat membantu anak lebih bijak dalam menggunakan gawai sesuai usia dan tahap perkembangan. Misalnya anak usia 0-2 tahun disarankan belum boleh terpapar gawai, sementara anak 3-6 tahun hanya boleh menggunakan 1 jam perhari selebihnya disarankan untuk bermain dengan beragam permainan yang ada disekitar. Setiap tahap perkembangan memiliki tugas perkembanganyang harus diselesaikan sehingga diharapkan kemajuan teknologi seharusnya mendukung anak menyelesaikan tugas perkembangannya dan bukan menghambatnya.

Agar anak dapat mematuhi peraturan, informasikan tentang risiko atau dampak buruk dari penggunaan gadget yang berlebihan. Anak harus memahami bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dapat mempengaruhi kesehatannya , kurangnya waktu istirahat atau tidur, sampai kecanduan. Pastikan kegiatan tersebut tidak memengaruhi waktu tidur, aktivitas fisik, dan perilaku lain yang berpengaruh pada kesehatan anak. “Pastikan materi dari gadget yang digunakan bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar anak, mengenal hal-hal baru, melatih daya ingat, dan memecahkan masalah,” kata dr. Eva. Dari aspek interaksi sosial, perkembangan anak-anak usia di bawah 5 tahun sebaiknya memang lebih ke arah sensor-motorik.

Cara-cara ini pun bisa coba dilakukan agar anak terhindar dari kecanduan gadget. Beri pemahaman pada anak bahwa tidak semua teman di media sosial berusia sama dengannya. Misalnya, ketika membalas komentar dari paman, gunakan bahasa yang semestinya walaupun tidak bertemu langsung. Serta, dampak buruk dari paparan pornografi meliputi, kecanduan, merusak otak, keinginan Agen PAY4D Terpercaya meniru kegiatan seksual, dan mulai melakukan tindakan seksual. Dwi menjelaskan dampak buruk dari paparan pornografi meliputi, kecanduan, merusak otak, keinginan meniru kegiatan seksual, dan mulai melakukan tindakan seksual. Sebagai wadah silaturahmi, dengan memanfaatkan media sosial untuk menjalin komunikasi dengan teman, keluarga, dan saudara yang jarang ditemui.

Comments are closed.