7 Cara Mempertahankan Bisnis Di Tengah Krisis Corona

7 Cara Mempertahankan Bisnis Di Tengah Krisis Corona

Pelajari, bagaimana seharusnya seorang pengusaha menangkap percakapan dengan pelanggan, maka kamu akan mengetahui bagaimana berkomunikasi dengan setiap pelanggan. Ada usaha yang beresiko besar ada pula yang resikonya kecil, namun bukan berarti resiko-resiko tersebut tidak bisa diatasi dan diminimalisir. Ia pun berharap kementerian dan lembaga selalu mengutamakan produk-produk buatan UMKM dalam kegiatan belanja rutinnya. Terkait itu, ia mengusulkan agar pemerintah melanjutkan program pemberian bantuan langsung tunai agar masyarakat terdorong membeli produk-produk UMKM.

REPUBLIKA.CO.ID, Salah satu risiko terbesar membuka usaha sendiri adalah kebangkrutan, tidak hanya usaha besar, usaha kecil pun mempunyai risiko yang sama untuk kebangkrutan. Kebangkrutan dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya ekonomi world yang sedang memburuk, sistem manajemen perusahaan yang kurang baik atau penjualan yang kian menurun. Bahkan kebangkrutan pun dapat dirasakan oleh pengusaha bisnis daring.

Jika berhasil, tentu para konsumen akan beralih dan memilih bisnis Anda sebagai solusi. Jadi kalau kita mau melakukan klaim ataupun mengambil manfaat atau nilai tunai dari produk asuransi yang kita ikuti, kita bisa langsung ke perusahaan B. Itulah strategi cerdas Dalio dalam menggapai kesuksesan, sangat menginspirasi.

Langkah yang harus dilakukan jika bangkrut

Semua peluang bisnis memang memiliki resiko, walaupun tingkat resiko yang dimiliki berbeda-beda. Asosiasi UMKM Indonesia tahun lalu mencatat 30 juta pelaku UMKM bangkrut akibat dampak pandemi COVID-19. Kurangnya literasi digital jadi salah satu alasan para pelaku UMKM tidak dapat cepat menyelamatkan usahanya dari dampak pandemi, terang Akumindo dalam sebuah webinar tahun lalu. Anda bisa melakukan perubahan dari berbagai hal, baik itu model Game Slot Online bisnis, strategi pemasaran hingga pasar bisnis Anda.

Jika barang/jasa yang dijual perusahan tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini, maka perusahaan dapat melakukan produksi atau distribusi produk. Sedangkan untuk distribusi, perusahaan dapat membantu menjual produk yang dibutuhkan saat ini. Setelah menentukan strategi bisnis perusahaan harus mengarahkan karyawannya agar strategi bisnisnya dapat berjalan dan sesuai kebutuhan. Pada titik menuju pailit, pemilik usaha kadang kala mengambil keputusan yang tidak bijak yaitu melakukan Pemutusan Hubungan Kerja . Padahal aksi ini justru menambah pengeluaran karena karyawan harus diberikan pesangon.

Comments are closed.