5 Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak Yang Bisa Dilakukan Orang Tua

5 Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak Yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Menghabiskan waktu untuk kesenanganmu sendiri adalah hadiah perawatan diri terbaik yang kamu berikan untuk menjaga kesehatan mental diri sendiri. Mencari informasi yang benar dari sumber terpercaya, mengurangi bermain sosial media, serta membatasi menonton/melihat berita tentang Virus Corona juga bisa mengurangi kecemasan yang dirasakan pada remaja. Berikan ruang bagi remaja untuk terbuka soal perasaan khawatirnya kepada orangtua. Berbagai aktivitas yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan mental, seperti bagaimana cara merawat diri. Jika orang tua merasa mengalami masalah kesehatan psychological, maka jangan segan untuk segera berkonsultasi dengan ahli untuk mengatasi masalah tersebut sebelum akhirnya menimbulkan efek yang lebih besar.

Pengalaman bersama meningkatkan kenikmatan aktivitas kita dan membantu kita merasa tidak terlalu terisolasi. “Orang yang bermain musik bersama mengalami peningkatan kadar oksitosin, hormon yang mendorong hubungan sosial dan ikatan.” tutur Levitin. Sejumlah hobi yang dilakukan dalam kelompok, seperti bermain musik memiliki manfaat yang bagus untuk kesehatan psychological Link Kong4D kita. Hobi ini menjadi cara yang baik untuk bertemu orang baru meskipun itu digital.

Kenali delapan perlakuan poisonous terhadap anak yang harus dihindari para orangtua. Visi School of Parenting adalah menginspirasi jutaan orang untuk terlibat dalam membangun generasi Indonesia yang lebih baik. Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin majunya zaman, semakin canggih pula segala hal di dalamnya. Baik secara teknologi maupun pendidikan, keduanya mengalami banyak inovasi.

Penetapan tanggal 24 April itu menilik pada hari terakhir pelaksanaan KAA 1955 yang menghasilkan kesepakatan Dasasila Bandung. Sementara Bandung dipilih sebagai ibu kota solidaritas Asia-Afrika karena menjadi tempat pertama kali dilaksanakannya KAA. Selain simbol-simbol peringatan dan perayaan itu, Jokowi menyebutkan negara Asia-Afrika telah bersepakat untuk meneruskan konsolidasi dua tahun sekali. Hubungan antara 23 April dengan buku pertama sekali dibuat oleh toko buku di Catalonia, Spanyol pada tahun 1923. Ide awalnya berasal dari penulis Valencia, Vicente Clavel Andrés sebagai cara untuk menghargai penulis Miguel de Cervantes yang meninggal pada tanggal tersebut. Filatelis sendiri berarti orang yang gemar mengumpulkan benda-benda filateli.

Selain kesehatan fisik, kesehatan psychological dan kehidupan sosial perlu menjadi perhatian. “Untuk kesehatan psychological tipsnya berusaha untuk selalu berpikir rasional, dan mencoba batasan diri, baik itu dalam hal pekerjaan ataupun waktu. Selain itu perlu ada sistem dukungan baik dari pasangan, keluarga, dan juga kelompok-kelompok tertentu,” tandas dr. Eska.

Masa remaja merupakan masa yang kritis dalam siklus perkembangan seseorang. Di masa ini banyak terjadi perubahan dalam diri seseorang sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Remaja tidak dapat dikatakan lagi sebagai anak kecil, namun ia juga belum dapat dikatakan sebagai orang dewasa. Hal ini terjadi oleh karena di masa ini penuh dengan gejolak perubahan baik perubahan biologik, psikologik, maupun perubahan sosial. Dalam keadaan serba tanggung ini seringkali memicu terjadinya konflik antara remaja dengan dirinya sendiri , maupun konflik lingkungan sekitarnya . Apabila konflik ini tidak diselesaikan dengan baik maka akan memberikan dampak negatif terhadap perkembangan remaja tersebut di masa mendatang, terutama terhadap pematangan karakternya dan tidak jarang memicu terjadinya gangguan mental.

Dia berharap seminar ini dapat menghasilkan rumusan dan usulan rencana aksi untuk menjaga kesehatan jiwa anak-anak, terutama anak disabilitas. Selain beberapa hal di atas, penting juga untuk menerapkan perilaku disiplin. Caranya, beritahu kepada mereka konsekuensi jika melakukan hal yang dilarang.

Kesehatan mental anak adalah hal yang penting

Seperti kita ketahui bersama bahwa pada tahun ajaran baru bulan Juli2020 sebagian besar anak-anak Indonesia masih harus menjalani kegiatan sekolah dari rumah masing-masing. Meskipun new regular telah digaungkan, tentunya masih banyak sekali batasan bagi anak-anak untuk dapat beraktivitas di luar rumah. Mereka belum dapat berjumpa dan bermain bersama teman-teman sekolah, serta belum dapat dengan bebas mengujungi tempat-tempat yang mereka sukai seperti kolam renang, playground, atau tempat rekreasi. Tekanan akan berpotensi menjadi lebih kuat manakala para orang tua yang bekerja, sudah mulai harus bekerja di kantor dan meninggalkan anak-anak mereka di rumah.

Comments are closed.